Welcome To My Blog! Jangan Lupa Untuk Like dan Share Fanspage Di Bawah Ya! Langsung ke konten utama

Komunitas Dongeng Dakocan, Dari Menghibur Hingga Mewariskan Budaya Sastra

Bandarlampung - publiklampung.com -- Dongeng ialah sebuah cerita yang tidak benar-benar terjadi atau biasa kita sebut dengan cerita khayalan. Dongeng biasanya mempunyai sifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan.

Dibalik itu, Dongeng dapat dijadikan sebagai salah satu metode belajar yang baik dan efektif. Karena, selain menghibur, dongeng juga dapat mendorong kecerdasan anak, sekaligus sarana mewariskan budaya sastra tutur kepada generasi penerus.

Sayangnya, di era modern ini, dongeng telah menjadi barang langka di kehidupan para anak-anak.

Untuk mengisi ruang kosong perdongengan yang belakangan ini telah ditinggalkan, seniman yang ada di Lampung, Iin Muthmainnah Zakaria dan Ivan Sumantri Bonang membentuk suatu komunitas bernama Komunitas Dongeng Dakocan sejak 28 November 2002 silam. Tanpa disangka, pada tahun 2015 tanggal terebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Dongeng Nasional untuk mengenang hari kelahiran Legenda Dongeng bapak Drs. Suyadi atau yang dikenal sebagai Pak Raden.

Iin yang pada saat itu merupakan seorang penggiat seni di bidang pertunjukan teater dan sastra beranggapan bahwa dongeng adalah salah satu cabang seni yang bisa digeluti tanpa harus mengesampingkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

“Dari sekolah saya memang sudah terlibat dalam dunia pertunjukan teater dan sastra. Namun, saat setelah  menikah dan punya anak, latihan sudah tidak bisa, karena membutuhkan waktu yang sangat banyak. Kemudian, ketika melihat teman mendongeng, baru terfikir ternyata dengan cara mendongeng inilah saya bisa tetap berdekatan dengan dunia anak-anak namun tidak menghilangkan dunia panggung. Jadi dongeng menjadi kendaraan bagi saya untuk dapat tetap eksis di dunia pertunjukan seni peran,” ujarnya, kamis (28/1).

Iin menjelaskan bahwa nama Dakocan merupakan usulan dari seorang rekannya, kemudian dipakai sebagai nama komunitas ini karena Dakocan merupakan mainan anak-anak pada zaman dahulu dengan harapan dapat menghidupkan kembali nama permainan zaman dahulu yang sudah hilang termakan zaman.

Dalam perjalanannya nya selama 19 tahun, Iin menceritakan jika Komunitas ini telah membagi 15 tahun program. Program di tahun pertama hingga tahun ke-5 digunakan sebagai sarana sosialisasi dengan cara melakukan dongeng keliling ke 22 sekolah TK sembari melakukan riset kuisioner kepada orang tua atau guru untuk melihat kedudukan dongeng dimata mereka. 

“Dari 1000 kuisioner, kita menganalisa ternyata dari sekian banyak yg mengisi, mereka tidak menganggap bahwa dongeng itu penting. Namun, saat ditanya, mereka tau soal dongeng, pernah dibacakan dongeng sewaktu kecil. Maka kami beranggapan bahwa dongeng yang diceritakan akan melekat sampai mereka dewasa, dari sini kita dapat pijakan bahwa dongeng harus kembali kita sosialisasikan lagi.” Ungkapnya

Lima tahun berikutnya, Komunitas ini merambah menuju pelatihan kepada guru TK/Paud.  5 tahun berikutnya, pada tahun ke 15, Komunitas Dongeng Dakocan mencoba untuk mengajak banyak ibu, komunitas, atau masyarakat lainya sehingga mereka minat untuk bergabung dan mengikuti gerakan ini secara sukarela.

Pada tahun 2007 hingga 2021 saat ini, lebih dari 9000 masyarakat yang telah mengikuti pelatihan dongeng bersama Komunitas Dongeng Dakocan. Tak hanya berdongeng, Komunitas Dongeng Dakocan juga mengajak anak-anak untuk bermain peran dalam drama kolosal yang mengangkat berbagai macam kisah yang telah diadaptasi ke cerita anak-anak. Sebelumnya anak-anak akan diperintahkan untuk mendengarkan dongeng terlebih dahulu sebelum memainkan perannya.

Iin berharap, Saat ini masyarakat dapat melestarikan dan mengembangkan dongeng-dongeng di Indonesia agar kelak Indonesia dapat kembali menjadi sorotan melalui cerita rakyatnya yang berkembang.

“Dongeng kan tidak hanya bicara soal hiburan dan mengajarkan nilai, dongeng juga bicara soal budaya, kita mengajarkan budaya bisa lewat dongeng. Maka kita ingin gerakan dongeng ini bukan hanya terjadi di sekolah, atau di pendidikan, tapi juga diranah pendidikan dan masyarakat. Artinya  mari sama-sama melihat dan membangun Indonesia melalui cerita-cerita rakyat yg kita punya. Sehingga, Indonesia bisa kembali menjadi sorotan lewat cerita rakyat yang berkembang. Cerita-cerita itu tidak mungkin bisa didengar jika tidak diceritakan. Jadi pesanku hanya mari sama sama mendongeng, boleh melalui media apapun, bisa Instagram, Youtube, Podcast, Facebook, apapun bisa, " ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pie Susu Khas Bali Kini Tersedia Di Respie Susu Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Pie susu merupakan makanan khas Bali atau cemilan yang memiliki tekstur renyah di pinggir dan lembut di tengah, yang biasanya terbuat dari campuran susu dan telur. Tak perlu jauh-jauh pergi ke Bali, Bagi masyarakat Lampung yang ingin juga merasakan sensasi nikmatnya pie susu, kini di Bandar Lampung sudah tersedia outlet pie susu dengan nama Respie Susu yang beralamat di Jalan Way Kandis, Gang Cempaka No. 8, Bandarlampung. Berawal dari hobi, Restiani Damayanti (25), selaku owner dari Respie Susu menyatakan jika ia memulai bisnis kulinernya sejak awal tahun 2015 silam. "Awalnya cuma motivasi aja, karena basic nya suka baking dan ingin jadi pengusaha. Lalu iseng aja awalnya, waktu kuliah coba untuk sambil jualan pie susu online. Ternyata alhamdulillah bisa diterima pasar dan bertahan sampai sekarang." Ujarnya, Rabu (3/2) Selain Pie Susu, Respie susu juga menyediakan menu lainnya seperti Brownies kukus, Tart, dan juga baked cheesepie. Dibandr...

UMITRA Indonesia Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Donor Darah Umitra Indonesia 2019 BANDAR LAMPUNG (publiklampung.com) , Palang Merah Indonesia dan  Universitas MITRA Indonesia menggelar donor darah masal, Kamis (10/01). Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini diharapkan dapat membantu sedikit permasalahan PMI dalam menyediakan pasokan stok darah salah satunya korban tsunami Lampung Selatan. Dalam acara donor darah, Universitas MITRA Indonesia mengambil lokasi di pelataran parkir UMITRA di Jl.ZA. Pagar Alam No.7 Gedung Meneng  Rajabasa Bandar Lampung sebagai spot donor darah kali ini. Tidak kurang sedikitnya lebih 50 kantong darah terkumpul pada event yang merupakan kegiatan rutin dari salah satu Organisasi Kemahasiswaan yaitu BEM dan MAPALA Universitas MITRA Indonesia. Presiden BEM UMITRA Indonesia, Adityo didampingi ketua Umum Mapala, Yohanes mengatakan minimnya ketersediaan bank darah di UPT PMI tiap harinya menjadi latar belakang acara kali ini berlangsung. "Ini sebenarnya kegiatan rutin kita dan  kami ingin men...

Liburan Natal Tahun Baru, Konsumsi Pertamax dan Pertalite di Tol Trans Sumatera Naik

  Palembang, 24 Desember 2020 - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), mencatat adanya peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tol Trans Sumatera di masa Satgas Nataru jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Dimasa Satgas Nataru 2020-2021, secara total, penjualan BBM mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 30,4% dibandingkan dengan konsumsi normal harian periode 1-15 Desember 2020. Peningkatan tersebut dipicu seiring dengan mulai banyak beroperasi nya sarana transportasi umum dan peningkatan aktivitas kendaraan pribadi jelang Natal dan Tahun Baru 2020-2021. Dimana berdasarkan data yang diberikan oleh PT. Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol ruas Bakaheuni - Terbanggi Besar - Pematang Panggang, arus kendaraan yang melintas tol trans Sumatera naik 12,5% menjadi 28.806 kendaraan. Pertamina menjamin ketersediaan dan ketahanan stok BBM di sepanjang SPBU tol tran...
Terima Kasih Telah Berkunjung!