Welcome To My Blog! Jangan Lupa Untuk Like dan Share Fanspage Di Bawah Ya! Langsung ke konten utama

Tren Busana Ecoprint Menjadi Daya Tarik Guna Menjaga Kelestarian Lingkungan

Bandarlampung - publiklampung.com -- Perkembangan industri di era modern seperti saat ini menjadi sebuah keresahan terhadap kelestarian alam. Melihat efek tersebut membuat sebagian orang mulai beralih pada produk-produk yang lebih alami dan ramah lingkungan. terutama dalam hal pembuatan busana.

Terdapat beragam teknik dan cara untuk membuat motif pada kain. Diantaranya, membatik, menyulam, menenun, dan juga membordir. Namun, kini mulai muncul teknik baru dalam membuat motif pada kain, yakni teknik ecoprint. Mulai menjadi tren belakangan ini, teknik tersebut terbilang unik, ramah lingkungan, dan juga mudah.

Sesuai namanya, ecoprint berasal dari kata eco yang berarti ekosistem (alam) dan print yang artinya mencetak, ecoprint ini dibuat dengan cara mencetak dengan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar sebagai kain, pewarna, maupun pembuat pola motif.

Bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang bahkan ranting. Tidak seperti batik tulis atau cap yang pada tahap tertentu menggunakan bahan kimia, ecoprint menggunakan unsur-unsur alami tanpa bahan sintetis atau kimia. Karena itulah batik ini sangat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran air, tanah atau udara.

Tren gaya hidup ramah lingkungan inilah yang mendasari  Yasmin Wiwid untuk menekuni dan mengembangkan bisnis busananya menggunakan teknik ecoprint. Wiwid mengolah bahan alami tersebut menjadi beberapa jenis busana, diantaranya, Tunik, Dress, Jilbab, dan lain-lain.

"Sebagian besar pakaian yang beredar dipasaran berbahan dasar plastik. Dimana mencuci pakaian dapat melepaskan serat mikro (microfibers). Artinya serat mikro plastik tersebut mengalir di air hingga berakhir ke sungai dan lautan. Tentunya hal ini membahayakan ekosistem yang berada didalamnya. Contohnya serat mikro termakan oleh ikan lalu ikan dimakan manusia, secara tidak langsung sebenarnya manusia mengkonsumsi plastik," Ujarnya, Sabtu (6/2)

Sebagai permulaan, Wiwid menjelaskan bahwa pemilihan jenis kain menjadi hal utama yang harus dilakukan dalam membuat kain teknik ecoprint.

"Kain yang digunakan biasanya yaitu kain yg komponennya 100% cotton/kapas. Atau kain yang mayoritas komponennya cotton, misalnya 90% cotton 10% polyester. Karena mengingat sifat kain katun yang paling baik menyerap zat-zat warna alami jadi penggunaan kain katun ini akan menghasilkan produk yang maksimal. Selain itu bisa juga menggunakan kain sutra, kulit sapi, kulit domba, atau kulit kambing," ungkapnya.

Proses pembuatan busana ecoprint, diawali dengan pengolahan kain atau mordanting. Sebelum pencetakan, kain direndam terlebih dahulu dengan menggunakan air campuran tawas selama satu jam. Cara ini dilakukan untuk mempertahankan warna dasar kain, dan membuka pori-pori kain agar gambar dapat tercetak. Lanjutkan dengan pengeringan di bawah sinar matahari.

Selanjutnya  proses pencetakan dengan cara merentangkan kain setengah basah kemudian daun yang telah dipilih, ditata sedemikian rupa kemudian dipukul pukul dengan palu atau batu. Kekuatan dalam memukul harus dikendalikan agar daun tidak hancur dan warna meresap dengan baik pada kain.

Kemudian, kain tersebut dilipat menjadi bagian yang lebih kecil dengan tetap mempertahankan posisi daun agar tidak bergeser. Kain yang sudah terlipat, diikat kencang dengan tali kenur.

Tahapan selanjutnya adalah pengukusan selama 1 jam dalam suhu 100°C. Pengukusan ini bertujuan agar warna dasar daun keluar. Setelah proses pengukusan selesai, kain dibiarkan selama 3 hari dan kain dibersihkan dari sisa daun yang menempel.

Tahap terakhir yakni fiksasi. Proses fiksasi dilakukan dengan merendam kain yang sudah dicetak dengan air campuran tawas. Proses ini berguna untuk mengikat motif dan warna yang sudah tercetak di atas kain. Setelah satu jam perendaman, kain ecoprint dapat dijemur dibawah terik matahari.

Uniknya, Wiwid menyampaikan, dalam proses produksi pencetakan ecoprint ini tidak bisa dilakukan keseragaman motif sekalipun bahan dan proses pembuatan sama.

"Karena produk handmade, maka hasilnya pasti gak akan sama persis antara satu dengan lainnya. Sama seperti halnya batik tulis, kain ecoprint juga begitu," katanya

Wiwid juga menambahkan jika teknik ecoprint bukanlah merupakan sebuah produk batik, melainkan sebuah produk alternatif batik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pie Susu Khas Bali Kini Tersedia Di Respie Susu Bandarlampung

Bandarlampung - publiklampung.com --  Pie susu merupakan makanan khas Bali atau cemilan yang memiliki tekstur renyah di pinggir dan lembut di tengah, yang biasanya terbuat dari campuran susu dan telur. Tak perlu jauh-jauh pergi ke Bali, Bagi masyarakat Lampung yang ingin juga merasakan sensasi nikmatnya pie susu, kini di Bandar Lampung sudah tersedia outlet pie susu dengan nama Respie Susu yang beralamat di Jalan Way Kandis, Gang Cempaka No. 8, Bandarlampung. Berawal dari hobi, Restiani Damayanti (25), selaku owner dari Respie Susu menyatakan jika ia memulai bisnis kulinernya sejak awal tahun 2015 silam. "Awalnya cuma motivasi aja, karena basic nya suka baking dan ingin jadi pengusaha. Lalu iseng aja awalnya, waktu kuliah coba untuk sambil jualan pie susu online. Ternyata alhamdulillah bisa diterima pasar dan bertahan sampai sekarang." Ujarnya, Rabu (3/2) Selain Pie Susu, Respie susu juga menyediakan menu lainnya seperti Brownies kukus, Tart, dan juga baked cheesepie. Dibandr...

UMITRA Indonesia Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Donor Darah Umitra Indonesia 2019 BANDAR LAMPUNG (publiklampung.com) , Palang Merah Indonesia dan  Universitas MITRA Indonesia menggelar donor darah masal, Kamis (10/01). Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini diharapkan dapat membantu sedikit permasalahan PMI dalam menyediakan pasokan stok darah salah satunya korban tsunami Lampung Selatan. Dalam acara donor darah, Universitas MITRA Indonesia mengambil lokasi di pelataran parkir UMITRA di Jl.ZA. Pagar Alam No.7 Gedung Meneng  Rajabasa Bandar Lampung sebagai spot donor darah kali ini. Tidak kurang sedikitnya lebih 50 kantong darah terkumpul pada event yang merupakan kegiatan rutin dari salah satu Organisasi Kemahasiswaan yaitu BEM dan MAPALA Universitas MITRA Indonesia. Presiden BEM UMITRA Indonesia, Adityo didampingi ketua Umum Mapala, Yohanes mengatakan minimnya ketersediaan bank darah di UPT PMI tiap harinya menjadi latar belakang acara kali ini berlangsung. "Ini sebenarnya kegiatan rutin kita dan  kami ingin men...

Liburan Natal Tahun Baru, Konsumsi Pertamax dan Pertalite di Tol Trans Sumatera Naik

  Palembang, 24 Desember 2020 - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), mencatat adanya peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tol Trans Sumatera di masa Satgas Nataru jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Dimasa Satgas Nataru 2020-2021, secara total, penjualan BBM mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 30,4% dibandingkan dengan konsumsi normal harian periode 1-15 Desember 2020. Peningkatan tersebut dipicu seiring dengan mulai banyak beroperasi nya sarana transportasi umum dan peningkatan aktivitas kendaraan pribadi jelang Natal dan Tahun Baru 2020-2021. Dimana berdasarkan data yang diberikan oleh PT. Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol ruas Bakaheuni - Terbanggi Besar - Pematang Panggang, arus kendaraan yang melintas tol trans Sumatera naik 12,5% menjadi 28.806 kendaraan. Pertamina menjamin ketersediaan dan ketahanan stok BBM di sepanjang SPBU tol tran...
Terima Kasih Telah Berkunjung!